Senin, 08 Oktober 2012


PERBEDAAN LOKASI DAN TEMPAT
Apabila kita mendengar kata lokasi dan tempat, kadang-kadang kita menganggap dua kata tersebut adalah sama bahkan terkadang kita menyamakan dua konsep geografi yang sebenarnya tidak sama ini.
Kesalahan menyamakan dua konsep tersebut memang bukan hal yang aneh lagi, karena pada dasarnya dua konsep geografi ini memang hampir mirip bahkan cenderung sama. Apabila kita menyebutkan kalimat “lokasi kota bandung terletak pada dataran tinggi.” Lalu kita bandingkan dengan kalimat “bandung adalah sebuah tempat yang terletak di dataran tinggi”. Dari dua kalimat berikut, apa yang membedakannya?
Meski pun kelihatannya dua kalimat itu sama, namun pada dasarnya dua konsep itu tidak sama, karena satu dan yang lainnya saling mengisi dan saling memenuhi antara satu sama lain sehingga bisa menjadi konsep geografi yang utuh.
Berikut ini akan di jelaskan mengenai apa perbedaan antara lokasi dan tempat yang cukup membuat kita bingung itu.
1.    LOKASI
Berikut ini adalah beberapa definisi mengenai lokasi:
Lokasi adalah konsep geografi terpenting, karena lokasi dapat menunjukkan posisi suatu tempat, benda atau gejala di permukaan bumi. Lokasi dapat menjawab pertanyaan di mana (where) dan mengapa di s`ana (why is it there) tidak di tempat lain. (diktat pengantar geografi regional, geografi UPI).
Lokasi suatu benda dalam ruang dapat menjelaskan dan dapat memberikan kejelasan pada benda atau gejala geografi yang bersangkutan lebih jauh lagi. Pada studi geografi, lokasi merupakan variabel penting yang dapat mengungkapkan berbagai hal tentang gejala atau fenomena geografi yang dipelajarinya. Lokasi sangat erat kaitannya dengan jarak di permukaan bumi. Suatu gejala yang mempunyai nilai guna yang tinggi jika suatu lokasi  berada di tempat yang menguntungkan. Mempelajari geografi sama artinya dengan mempelajari lokasi-lokasi di permukaan bumi, apabila seseorang sedang membicarakan lokasi di permukaan bumi maka seseorang tersebut membicarakan mengenai fenomena di permukaan bumi (guru besar jurusan pendidikan geografi UPI, Prof.Nursid Sumaatmadja).
Dari kedua definisi itu, penulis menafsirkan bahwa lokasi adalah suatu konsep geografi yang menunjukan pada posisi satu wilayah atau tempat, gejala atau pun peristiwa di permukaan bumi.
Ada dua komponen lokasi yaitu arah dan jarak. Arah menunjukan posisi suatu tempat bila dibandingkan dengan tempat di mana kita berada. Sedangkan jarak adalah ukuran jauh atau dekatnya dua benda/gejala tersebut. Apabila kita menyebutkan jakarta bila di hubungkan dengan kota bandung, maka kita akan mengtakan arah jakarta dari bandung adalah wilayah barat laut Bandung, dengan jarak sekitar 146 km.
Konsep arah dari satu daerah pembanding sifatnya adalah tetap, maksudnya apabila kita menyebutkan bahwa jakarta berada di timur laut kota bandung maka sampai kapan pun arah itu tdak akan berubah, kecuali apabila kedua posisi kutub sudah terbalik. Sedangkan konsep jarak sifatnya relatif, artinya kita tidak bisa menyebutkan mutlak jarak bandung-jakarta jauh atau dekat, karena jarak Bandung jakarta akan jauh atau dekat tergantung dari alat transportasi dan jarak yang dilewati untuk menuju Jakarta dari Bandung.
 Didalam geografi, konsep mengenai lokasi ini terbagi ke dalam dua jenis, yakni lokasi absolut dan lokasi relatif.
a.    Lokasi Absolut
Lokasi absolut adalah suatu tempat atau wilayah yang lokasinya berkaitan dengan letak astronomis yaitu dengan menggunakan garis lintang dan garis bujur, dan dapat diketahui secara pasti dengan menggunakan peta. Lokasi absolut suatu daerah tidak dapat berubah atau berganti sesuai dengan perubahan zaman tetapi bersifat tetap karena berkaitan dengan bentuk bumi (nursid sumaatmadja : 1981).
Description: C:\Users\user\Downloads\unduhan.jpgLokasi absolut ini mutlak adanya dan dapat dipercaya karena massa daratan relatif tetap, perubahannya kecil sekali dan berlaku umum di seluruh dunia. Melalui lokasi absolut kita dapat mengetahui jarak dan arah suatu tempat ke tempat lain di permukaan bumi. Dengan bantuan garis lintang kita dapat menggambarkan kondisi iklim suatu daerah, berarti dapat diperkirakan kehidupan tumbuhan, hewan dan penduduknya secara lebih rinci. Seperti Indonesia terletak di daerah iklim tropis, berarti vegetasinya bersifat heterogen, selalu menghijau, kehidupan hewannya beragam, penduduknya termasuk ras mongoloid, sebagian besar penduduknya hidup dalam bidang pertanian dan sebagainya. Dengan demikian mengetahui lokasi suatu tempat berdasarkan garis lintang kita akan memperoleh gambaran tentang iklim, kehidupan tumbuhan, hewan dan manusianya. Garis bujur akan mempengaruhi perbedaan waktu, berarti mengetahui posisi suatu tempat menurut garis bujur akan tahu kapan suatu akativitas maksimal dilaksanakan. Contoh di Inggris pada pukul 1 pagi orang-orang masih tidur, tapi di Indonesia bagian barat pada waktu yang sama berarti sudah pukul 8 pagi (GMT + 7 jam), berarti aktivitas manusia sudah berlangsung. Orang Inggris sudah dapat berhubungan bisnis dengan orang Indonesia. Dengan demikian dalam melakukan hubungan dengan orang lain yang berbeda negara dan posisi garis bujurnya, harus betul-betul diperhitungkan agar tidak menimbulkan salah pengertian.
Studi kasus : Description: C:\Users\user\Downloads\unduhan.jpg




Dari gambar diatas kita mengetahui bahwa Indonesia terletak pada antara 7° LU - ll° LS dan antara 95° BT - 141° BT. Posisi tersebut sampai kapan pun tidak akan berubah, karena posisi garis lintang dan bujur sifatnya tetap dan universal.
b.  Lokasi relatif
Lokasi relatif adalah suatu tempat atau wilayah yang berkaitan dengan karakteristik tempat atau wilayah, karakteristik tempat yang bersangkutan sudah dapat diabstraksikan lebih jauh. Lokasi relatif memberikan gambaran tentang keterbelakangan, perkembangan, dan kemajuan wilayah yang bersangkutan dibandingkan dengan wilayah lainnya. Lokasi relatif dapat ditinjau dari site dan situasi. Site adalah semua sifat atau karakter internal dari satu daerah tertentu  sedangkan situas adalah lokasi relatif dari tempat atau wilayah yang bersangkutan yang berkaitan dengan sifat-sifat eksternal satu region (nursid Sumaatmadja : 1981).
Kritera yang dapat menjadi indikasi dari satu lokasi relatif bermacam-macam, mulai dari kriteria jarak, ekonomi, sosial, dan lain-lain.

Studi kasus : 1. Berdasarkan konsep jarak (jarak Jakarta-bandung)
gambar 1                                                                gambar 2
Description: C:\Users\user\Downloads\unduhan (1).jpg Description: C:\Users\user\Downloads\unduhan (3).jpg
 






Dari perbandingan dua gambar  di atas kita tidak bisa menyebutkan bahwa jakarta jauh atu dekat dari kota Bandung. Kita akan mengatakan bahwa jarak bandung- jakarta jauh apabila kita melewati jalur puncak, namun kita akan mengatakan bahwa jarak jakarta-bandung dekat apabila dalam perjalanannya kita melewati jalur tol Cipularang, seperti yang tergambar pada  peta di sebelah kiri.
1.      Description: C:\Users\user\Downloads\unduhan (5).jpgKonsep lokasi relatif berdasarkan kriteria ekonomi
Description: C:\Users\user\Downloads\unduhan (7).jpg Description: C:\Users\user\Downloads\unduhan (6).jpg
 

Text Box: Kota kumuh afrikaText Box: Kota bandungText Box: kota Yokohama
 






Dari perbandingan ketiga lokasi kota itu berdasarkan kriteria ekonomi, secara relatif, kita bisa mengatakan bahwa kota Bandung adalah kota yang maju, apabila dibandingkan dengan kota-kota kumuh di afrika, namun kita tidak bisa mengatakan kota maju apabila dibandingkan dengan kota Yokohama di Jepang. Dar contoh diatas, kita bisa mengatakan bahwa jarak dan lokasi ekonomi relatif adanya bila dibandingkan pada satu atau beberapa kriteria yang berbeda.


2.    TEMPAT
Setelah sebelumnya kita membahas mengenai konsep lokasi, maka apakah perbedaan antara lokasi dan tempat ?
Tempat dapat mencerminkan karakter fisik dan sosial suatu daerah. Suatu tempat dibentuk oleh karakter fisik ( seperti iklim, jenis tanah, tata air, morfologi, flora dan fauna) dan manusia yang hidup di dalamnya ( seperti jumlah penduduk, kepadatan, perkembangan penduduk, pendidikan, pendapatan dan kebudayaannya).
Nama tempat dapat mencerminkan kondisi atau identitas suatu daerah secara spesifik. Nama tempat sesuai dengan konsensus seperti gunung, teluk, selat, danau dan sebagainya. Kalaua kita menyebut nama gunung atau teluk sudah terbayangkan bagaimana kondisi alam dan manusianya. Tempat juga dapat mencerminkan kondisi umum berdasarkan prinsip kesamaan fisik atau manusianya, seperti gurun, plato, dataran, pertanian hortikultura, perkebunan, hutan, pedesaan, metropolitan dan sebagainya. Tempat dapat diformulasikan untuk memberikan suatu pengertian tentang bentuk-lahan dan aktivitas manusia di permukaan bumi, seperti Bandung, Jakarta, Cilegon, Tasikmalaya, Biak dan sebagainya.
Semua tempat di permukaan bumi mempunyai karakteristik tertentu. Karakteristik atau ciri khas suatu tempat itu dapat tampak dengan jelas atau dapat pula tidak, yang pasti setiap unsur yang ada di tempat itu dapat memberikan karakter tertentu sehingga dapat dibedakan dari daerah lainnya. Datam menggambarkan atau mengkaji suatu tempat umumnya geografi melihat karakteristik fisik dan manusianya
1.      karakteristik fisik berasal dari proses-proses yang bersifat alami, seperti proses geologis,   hidrologis, atmosfiris dan biologis yang menghasilkan bentuk lahan, tata air, iklim, tanah, vegetasi alami dan kehidupan faunanya.
2.      karakteristik manusia adalah semua bentuk pemikiran dan aktivitas manusia sebagai cerminan adaptasi manusia terhadap lingkungannya.Termasuk di dalamnya jumlah dan komposisi penduduk, perkembangan penduduk, mata pencaharian pola pemukiman, jaringan transportasi dan komunikasi sebagai cerminan interaksi manusia dengan sesamanya.
Suatu tempat juga dapat dibedakan dari yang lainnya dari segi ideologi, agama, bahasa dan aktivitas politik.
Dalam mengkaji suatu tempat kita dapat melihatnya dari dua aspek yaitu site dan sitimsi. Site berkenaan dengan kondisi internal suatu tempat atau daerah, seperti iklimnya, keadaan tanah, topografi, penduduknya clan segala sumberdaya yang terkandung di dalamn-va Situai a.-ialah kondisi ekternal suatu tempat, atau kondisi suatu tempat bila dibandingkan dengan daerah lainnya.
Studi kasus : apabila kita mengatakan tempat “Jakarta” maka kita akan langsung membayangkan bahwa secara iklim jakarta merupakan kota yang panas dengan suhu harian sekitar 32˚C terletak  pada daerah pantai dengan jenis tanah berupa tanah endapan. Kondisi masyarakatnya sangat sibuk, dimana uang menjadi tujuan aktifitas hampir dari semua warga Jakarta. Jakarta merupakan pusat pemerintahan dari republik Indonesia, sekaligus sebagai pusat ekonomi Indonesia dengan gedung-gedung pencakar langit dan kegiatan pembangunan yang sangat pesat.
3.     PERBEDAAN LOKASI DAN TEMPAT
Dari beberapa pernyataan di atas, maka saya menyimpulkan bahwa perbedaan tempat dan lokasi itu terletak dalam ruang lingkup tempat dalam satu lokasi. Menunjukan lokasi hampir sama dengan menunjukan tempat, hanya saja lokasi ruang lingkupnya lebih umum dan wilayahnya lebih luas, sedangkan tempat menunjukan pada satu titik dalam satu lokasi tersebut.
Misalkan kita mengambil studi kasus tentang konferensi asia afrika yang berlokasi di bandung, yang bertempat di gedung merdeka. Gedung merdeka menunjukan menunjukan tempat sebagai spesifikas dari lokasi yang di maksud sebagai tempat berlangsungnya konferensi Asi Afrika, yakni di kota Bandung.

Senin, 01 Oktober 2012

model analisis swot



CONTOH MODEL ANALISIS SWOT

Strength (kekuatan)
Weakness (kelemahan)
  Faktor
  internal
1.    Keragaman atraksi wisata di kawasan banten lama sangat tinggi. Terdapat  lebih dari sepuluh objek wisata/situs yang dapat dikunjungi wisatawan selama berada di kawasan Banten lama.
2.    Aktifitas wisata yang dapat dilakukan wisatawan  sangat beragam, mulai dari ziarah, aktivitas wisata air, berenang, jalan-jalan, makan bersama keluarga dan fotografi.
3.    Cinderamata tersedia di lokasi objek wisata.
4.    Situasi dan kondisi yang relatif kondusif untuk memungkinkan wisatawan untuk menikmati objek wisata.
5.    Besarnya dukungan masyarakat di dalam kgiatan wisata, dukungan ini salah satunya dalam bentuk penyedian cinderamata.
6.    Jumlah kunjungan wisatawan saat hari-hari besar keagamaan misalnya pada saat idul fitri.
1.    Fasilitas kurang memadai, sehingga kepuasan wisatawan tidak tepenuhi, seperti fasilitas kebersihan.
2.    Penataan kawasan belum optimal. Letak warung makan dan tempat parkir belum tertata dengan baik.
3.    Penyelenggaraan event wisata dan kesenian sangat jarang dilakukan.
4.    Banyaknya pungutan liar seperti pungutan kebersihan, keamanan, dll.
5.    Sampah menumpuk hampir di semua lokasi objek wisata, bahkan di dekat warung makan dan menimbulkan bau tidak sedap.
6.    Ketersediaan fasilitas akomodasi dan hiburan sangat minim.
7.    Kunjungan wisatawan pada saat selain hari besar keagamaan sangat sedikit.
8.    Situs sejarah berbaur dengan pemukiman penduduk.

Threat (ancaman)
Opportunity (kesempatan)
  Faktor
e ksternal
1.    Adanya potensi daya tarik yang mempunyai sifat kemiripan dengan objek wisata lain.
2.    Lokasi objek wisata yang menyatu dengan pemukiman warga.
3.    Adanya persaingan yang ketat antar daerah dalam menarik jumlah wisatawan.
1.    Lokasi kawasan wisata banten lama dekat dengan pintu gerbang kegiatan pariwisata dan pusat kegiatan ekonomi Indonesia yakni Jakarta.
2.    Kawasan Banten lama dekat dengan bandara internasional Soekarno-hatta dan dihubungkan dengan akses jalan tol merak.
3.    Mayoritas penduduk indonesia beragama islam dan sering melakukan kegiatan ziarah.
4.    Lokasi kawasan wisata dekat dengan pusat pemerintahan sehingga akan mempermudah pengawasan.


a.    KEKUATAN-PELUANG (SO)
1.    Membuat paket perjalanan wisata ziarah sejarah budaya kerajaan Banten. Dimana dalam satu kali perjalanan wisatawan dapat menkmati semua objek/situs di kawasan Banten lama.
2.    Pengembangan cinderamata yang menjadi ciri khas dari kawasan banten lama selain cinderamata keagamaan, misalnya gantungan kunci miniatur mesjid agung dan lain sebagainya.
3.    Penyesuaian harga cinderamata untuk masyarakat semua golongan mulai dari ekonomi menengah atas sampai menengah bawah.
4.    Membuat rute perjalanan wisata provinsi Banten lama sebaga kawasan wisata yang pertama dikunjungi karena kemudahan aksesibilitas.
b.    KEKUATAN-ANCAMAN (ST)
1.    Mengembangkan fasilitas wisata misalnya tempat peristirahatan, wahana bermain dan sebaginya, agar wisatawan lebih lama tinggal di objek wisata.
2.    Penyelenggaraan event-event wisata dan kesenian tradisonal secara rutin, misalkan satu bulan sekali untuk menarik minat wisatawan.
3.    Pengembangan kegiatan publisitas untuk menarik wisatawan, misalnya dengan mengadakan kegiatan hiburan dengan artis atau kegiatan pendidikan dengan mengundang pakar sejarah dan budaya.
c.    KELEMAHAN-PELUANG (WO)
1.    Pengadaan dan penjagaan sarana pasarana pariwisata terutama fasilitas kebersihan dan tempat parkir. Hal ini akan menunjang kepuasan wisatawan terhadap aspek kebersihan, sarana kebersihan dan kepuasan akan kondisi tempat parkir.
2.    Menciptakan koordinasi yang baik antar pengelola objek wisata yang difasilitasi oleh pemerintah daerah dalam hal ini dinas pariwisata, kebudayaan, pemuda dan olahraga kota serang.
3.    Penataan kawasan wisata Banten lama yang lebih baik lagi, termasuk penataan gerbang masuk dan keluar, kios pedagang dan tempat parkir.
d.   KELEMAHAN-ANCAMAN (WT)
1.    peningkatan peran pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan wisata dan upaya pengembangannya.
2.    Melakukan promosi dan pemasaran melalui media cetak dan media elektronik daerah dan nasional.
3.    Pengembangan adat istiadat dan kesenian lokal sebagai daya tarik wisata.
4.    Pelestarian objek/situs kepurbakalaan dengan adanya peraturan yang jelas dan sanksi yang tegas dan pemerintah setempat  mengenai batasan-batasan kegiatan yang dapat dilakukan kegiatan masyarakat di lokasi objek wisata misalnya mendirikan bangunan, dll.
Sumber :        skripsi pengembangan kawasan wisata Banten lama karya Nina Nurliana Arnas (0700081) hal 87-89 tabel 4.42